Jakarta — PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/”Perusahaan”) telah memulai spud-in sumur Barakuda-1X menggunakan rig Raniworo. Barakuda-1X merupakan sumur minyak dan gas yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Anggursi yang berlokasi di Laut Jawa. Proyek ini merupakan hasil amandemen perjanjian antara Perusahaan dengan Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC)amina upstream subsidiary”], PHE Anggursi, dan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Amandemen ini menargetkan pengeboran 3 (tiga) sumur menggunakan rig Raniworo, satu sumur berada di wilayah kerja PHE Anggursi dan dua sumur lainnya direncanakan di wilayah kerja PHE WMO. Nilai kontrak proyek ini sebesar US$13,7 juta. Untuk memastikan rig Raniworo berada dalam kondisi terbaik, Perusahaan juga melakukan pemeliharaan dan persiapan proyek pengeboran di galangan kapal yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Tentu kami senang dengan proyek tambahan ini karena akan meningkatkan pemanfaatan rig dan pendapatan secara positif. Pencapaian ini juga sejalan dengan target kami untuk memanfaatkan seluruh rig lepas pantai kami. Saat ini, rig Yani sedang dalam tahap persiapan sebelum memulai pekerjaan bersama Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang dijadwalkan pada kuartal kedua. Sementara itu, rig Maera baru memulai program pengeboran high pressure high temperature dengan PHM di Wilayah Kerja Tunu, Mahakam,” ujar Pretycia Darma, General Manager Corporate Finance & Investor Relations Apexindo.

Perusahaan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah untuk merealisasikan investasi di industri hulu minyak dan gas, serta memastikan pelaksanaan program pengeboran yang telah dijadwalkan. Hal ini sejalan dengan semangat dan komitmen Special Task Force (SKK Migas) dalam memastikan tidak terjadi penurunan produksi minyak dan gas tahun ini melalui program yang masif, agresif, dan efisien. Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas industri gas nasional. Sebagai perusahaan Indonesia, Apexindo siap terlibat dalam program Pemerintah untuk mencapai target lifting nasional.

Komitmen Pemerintah juga tercermin dalam regulasi yang memberikan prioritas kepada Pertamina untuk mengelola lapangan minyak dan gas yang kontraknya telah berakhir dengan kontraktor sebelumnya. Kerja sama antara Apexindo dan grup Pertamina telah terjalin sejak lama, sejak Perusahaan berdiri pada 1984, dimulai dengan kontrak pengeboran di wilayah kerja onshore Bunyu, Donggi, dan Suban. Kontrak tambahan untuk rig Raniworo menjadi bukti kepercayaan Pertamina terhadap Perusahaan, yang juga tercermin dalam kontrak rig swampbarge dan jack-up rig lainnya, Tasha.

Rig jack-up Raniworo merupakan rig jack-up berbendera Indonesia pertama di dunia. Rig ini memiliki banyak pengalaman pengeboran di berbagai wilayah kerja di Indonesia maupun internasional, seperti perairan Iran, Abu Dhabi, dan Oman. Rig Raniworo juga memiliki catatan baik dalam beroperasi di wilayah kerja Mahakam selama 10 tahun.

Selain itu, rig Raniworo memiliki catatan keselamatan yang luar biasa, yaitu 15 tahun tanpa lost time incident sepanjang operasionalnya. Pencapaian ini merupakan catatan kelas dunia, mengingat tidak banyak rig jack-up yang memiliki prestasi keselamatan sepanjang itu.

Tentang Apexindo

  • Apexindo adalah perusahaan Indonesia yang menyediakan layanan pengeboran darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) bagi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak, gas, coal bed methane (CBM), serta panas bumi.
  • Apexindo merupakan perusahaan pengeboran pertama yang tercatat di Indonesia Stock Exchange.
  • Apexindo mengoperasikan 4 rig lepas pantai dan 6 rig darat.
  • Apexindo memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di industri pengeboran.
  • Apexindo memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun melakukan pengeboran di Blok Mahakam.